Popular posts

nsikome On 26 September 2011

Makin seru ya,...bukannya sengaja belum posting episode ke 17 sejak pagi tadi, cuman sumpah,..aku sibuk banget hari ini, kalo gak percaya, tanya deh sama orang rumah (hehe).. Ya udah, go ahead, no talk action only, selamat membaca!!...

Photo:Inca Princess denverartmuseum.org


THE LOST CITY

(Golden Mountain) PART 17

“ Baiklah.... “ putus Sapa Inca akhirnya.

“ Begini saja, kita akan keluar bertiga ; saya, Arya, dan Ratu, kami akan berpura-pura untuk menyerah, aku sangat ingin sekali mendekati Illahuan, dan, aku yang akan membunuhnya dengan tanganku sendiri !! “ ucapan Sapa Inca itu tak urung mengagetkan aku, dan bahkan sang Ratu sendiri. Beliau bahkan kelihatan tersentak, tetapi kemudian tersenyum puas, namun sangat dingin.

Kadang aku lupa, kalau bangsa ini masih memakai adat istiadat kuno mereka, seperti ijin untuk membunuh siapa saja yang mereka nilai layak untuk dibunuh. Bisa saja orang yang sebelumnya paling dekat dengan mereka, seperti Ibu Rapalla.

“ Yang Mulia, bagaimana dengan saya dan Annamaya ? Apakah kami berdua harus tinggal dan bersembunyi disini saja ? “ tanyaku.

“ Kalian berdua tinggal disini saja, karena tak bisa ilmu sihir, saya takut kalian bisa tertangkap oleh para penjahat, dan kemudian kembali dijadikan tawanan, nanti repot lagi... “ Sapa Inca menjawab bijak. Aku dan Annamaya hanya bisa menganggukkan kepala, sebab memang hal itulah yang terbaik bagi aku dan dia. Lagipula, tanpa senjata dan tak bisa sihir, apa yang bisa kami lakukan diluar sana, dengan para penjahat yang berkeliaran lengkap dengan persenjataan mereka. Memang sih, dalam ruang senjata milik para pekerja ini, ada beberapa senjata yang masih tersisa, namun melihat bentuknya saja, aku sudah ngeri. Kelihatan terlalu seram dan rumit. Bagaimana jika malah mencelakai diriku sendiri ? Kan sudah pernah terjadi sebelumnya dengan senjata berlaras panjang yang kami rebut di Acllahuasi !.

Mereka bertiga lalu keluar dari dalam persembunyian, dan mendekati para penjahat dengan tangan terangkat keatas. Setalah keberadaan mereka terlihat oleh para penjahat, terdengar olehku dan Annamaya suara teriakan Illahuan.

“ Jadi kalian sadar kalau kalian tak bisa melawan kami ?!!... “

Penasaran, aku dan Annamaya mengintip dari balik kereta dorong milik para pekerja, yang terletak disamping pintu masuk ruang senjata.

“ Kami menyerah, tapi jangan bunuh kami, kami mohon... “ Sapa Inca berteriak nyaring.

Kata-katanya memohon, tapi bila dicermati, nada suaranya sama sekali tidak mencerminkan permohonan.

“ Jadi kalian benar-benar menyerah ?! “ terdengar lagi teriakan Illahuan.

“ Kami menyerah, asalkan kalian tak membunuh kami, dan mengijinkan kami keluar dari tempat ini !!... “ Sapa Inca berseru.

Mereka bertiga kulihat terus berjalan ke arah para penjahat yang sudah bersiaga dengan senjata mereka ditangan, dan juga Illahuan yang menyihir puluhan tombak dan anak panah, yang terhunus mengarah pada Arya, Ratu dan juga Sapa Inca.

“ Kuharap mereka tidak akan kenapa-kenapa... “ Annamaya berucap memohon. Aku juga dalam hati berharap, semoga rencana kami berjalan lancar.

“ Tunggu dulu ! Mana kedua gadis sialan itu ? Mengapa mereka berdua tidak ada ?! “ saking kerasnya berteriak, suara Illahuan sampai bergetar. Kupikir dia curiga melihat absennya aku dan Annamaya.

“ Mereka berdua tak ingin menyerah, jadi mereka pergi meninggalkan kami, “ kata Sapa Inca mencoba untuk menjawab keraguan Illahuan.

“ Kalian jangan mencoba untuk membohongiku, sebab kalau itu terjadi, aku tak akan segan-segan untuk membunuh orang-orang kalian yang sekarang kami tawan !! “ teriak perempuan bengis itu sambil menunjuk kearah sekumpulan para pekerja yang kalah perang dan kini menjadi tawanan mereka. Sejenak ada raut khawatir di wajah pemimpin itu. Aku tahu benar, kalau dia sangat mengkhawatirkan rakyatnya.

“ Sekarang kalian berjalan perlahan menuju ke arahku, sambil tangan terus diangkat, dan jangan coba-coba untuk menyihir ! “ perintah Illahuan tegas.

Arya, Ratu dan Sapa Inca terlihat mengikuti perintah perempuan itu, berjalan perlahan sambil tangan terus terangkat keatas seperti orang menyerah.

“ Illahuan, mengapa kau lakukan semua ini istriku ? “ tanya Sapa Inca sambil terus berjalan kearah perempuan itu. Illahuan hanya menatap Sapa Inca dengan pandangan mengejek.

“ Tidakkah kau merasa, bahwa para penjahat-penjahat itu hanya ingin mengambil semua emas yang kita miliki, dan kemudian akan membunuh kita semua ?! Apa kau tidak merasa kasihan dengan rakyat kita ? Mereka ikut-ikutan jadi korban atas semua ini.. kau yang menjadi penyebabnya... “ suara Sapa Inca terdengar parau. Aku tahu dia masih berharap ada kebaikan dalam diri istri pertamanya itu, sebab bagaimanapun juga, Sapa Inca mencintai perempuan itu, seperti yang terungkap dalam percakapan keras antara dia, Sapa Inca dan Ratu sebelumnya.

“ Aku tak akan menyangkalnya, “ kata Illahuan pelan, senyum mengejek tersungging dibibirnya.

“ Untuk apa mempertahankan kerajaan yang bahkan tidak diketahui oleh kerajaan-kerajaan lain di seluruh jagad raya ini ? Untuk apa memiliki semua emas itu, kalau keberadaan kita saja tidak diakui oleh orang-orang lain, karena kita bersembunyi seperti orang-orang pengecut dalam lembah ini ?!... “ teriak Illahuan. Perempuan itu terlihat sangat marah, karena wajahnya sekarang menjadi merah padam.

Sapa Inca terlihat marah mendengar kata-kata yang terlontar dari mulut perempuan itu.

“ Tapi kau membunuh anakku dan melukai anakmu sendiri perempuan biadab !! “ jerit sang Ratu, yang seketika meloncat untuk menyerang Illahuan, tapi langsung di peluk oleh Sapa Inca yang mencegah tindakan cerobohnya itu.

Ratu melonjak-lonjak marah dalam pelukan Sapa Inca.

“ Dia membunuh anakku !! Dia membunuh anakku Yang Mulia !! Aku harus membunuhnya !! Aku harus membalaskan dendam anakku !! “ teriak perempuan itu sambil meronta-ronta dalam dekapan suaminya, yang kini terlihat sangat sedih sekali begitu sang Ratu mengucapkan tentang kematian anak mereka, Intipalla.

Aku juga langsung merasa seperti hatiku ditusuk-tusuk belati, perih sekali. Tanpa kusadari, airmata langsung mengalir deras dari kedua mataku. Kenyataan bahwa pemuda itu sudah mati, dan tak akan mungkin untuk bisa lagi bertemu dan berbicara dengannya membuatku merasa sangat sedih sekali.

Entah apa yang dikatakan oleh Sapa Inca pada sang Ratu, aku tak bisa mendengarnya karena kini mereka bertiga berdiri agak jauh dariku dan Annamaya, dan juga dia hanya berbicara perlahan pada sang Ratu. Tapi yang pasti, sang ratu tak lagi meronta-ronta. Perempuan itu hanya diam sambil terus menangis dalam pelukan suaminya.

‘ Sudah bagus anakmu yang pongah itu tak mati ditanganku, sebab kalau sampai aku yang harus membunuhnya, akan kubuat anak sialan itu menderita terlebih dahulu sebelum dia menjemput ajalnya !! “ bentak Illahuan tersengal-sengal. Kentara betul perempuan itu murka. Kupikir dia cemburu melihat sang Ratu terus menerus dipeluk oleh Sapa Inca.

Sang Ratu terlihat seperti akan meronta, tapi kemudian perempuan itu kembali memeluk Sapa Inca sambil menangis.

“ Sekarang saatnya untuk memberi kalian pertunjukan yang bagus... “ perempuan kejam itu berseru.

“ Keluarlah sayang.... “ teriaknya lagi.

“ Halo Arya, apa kabar ? “ Aku terpana melihat pemandangan yang terjadi kira-kira 25 meter didepanku, sungguh tak bisa dipercaya.

Itu kan, Om Jacques, teman Papa yang berkebangsaan Perancis itu ?!.

“ Kenapa lama sekali baru kau memanggilku ? Aku sudah sangat tak sabar !! “ Jacques memeluk Illahuan, lalu mencium bibir perempuan itu dengan mesra dan sangat atraktif sekali. Aku sampai terpana melihat gaya mereka berdua.

“ Sampai dimana pertunjukannya ? “ tanya Jacques acuh tak acuh sambil melepaskan dirinya dari pelukan Illahuan.

“ Tuh !! Penyerahan diri total... “ ujar perempuan itu menunjuk ketiga orang yang berdiri tepat dihadapannya dengan dagu. Sungguh terlihat sangat pongah.

“ Illahuan....teganya kau berbuat begitu pada rakyatmu sendiri... “ Sapa Inca bahkan seperti tak mampu untuk berkata-kata melihat istri pertamanya yang baru saja berciuman dengan mesra dengan orang lain didepan matanya sendiri.

“ Kau mengkhianati rakyatmu dan juga aku... “ lanjut Sapa Inca tercekat, seperti tak percaya pada penglihatannya. Illahuan menatap wajah Sapa Inca jijik.

“ Munafik, kau sendiri beristri banyak, apa yang bisa kau katakan untuk itu, HAH ?! “ tantang perempuan itu.

“ Tapi itu kan adat istiadat bangsa kita sejak dulu ?! “ tangkis Sapa Inca. Pembenaran untuk poligami yang dianutnya.

“ Sudahlah....apa gunanya memperdebatkan hal yang sudah lalu ? Iya kan, sayang ? “ potong Jacques sambil memeluk pinggang Illahuan, pemandangan yang membuatku muak.

Sapa Inca terlihat kecewa dan sangat bersedih. Aku sendiri mengerti kenapa dia seperti itu. Untuk seorang laki-laki yang sangat berkuasa dan bisa dibilang hampir memiliki segalanya, kehilangan seorang istri lewat sebuah pengkhianatan adalah sesuatu yang sudah pasti sangat menyakitkan.

“ Kau benar, Jacques. Sekarang kita tinggal mengurus sampah ini, sebelum mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku sejak dulu, tahta kerajaan Inca !! “ tegas Illahuan, sambil memberi isyarat kepada anak buahnya agar segera meringkus ketiga orang yang berdiri dihadapannya itu.

Tepat ketika para sekutu Illahuan bergerak hendak menangkap Sapa Inca, Ratu dan Arya, mereka bertiga menggerakkan tangan yang sejak tadi diangkat, dan tiba-tiba saja batu-batuan yang berada disekitar para penjahat meledak dan menimbulkan kepulan debu yang sangat banyak, membuat pandangan terhalang.

“ Mereka dimana ?!!!....Cepat tangkap dan langsung bunuh bangsat-bangsat itu !! “ terdengar seruan marah Jacques.

Bunyi peluru yang ditembakkan dari senjata-senjata para penjahat itu mulai seru terdengar. Aku dan Annamaya yang sejak tadi merapat kebatu besar di depan gerobak dan menguping pembicaraan mereka langsung mengundurkan diri, masuk kedalam tempat penyimpanan senjata tapi terus membiarkan pintu terbuka agar kami bisa melihat apa yang terjadi diluar sana.

Kepulan debu yang banyak akibat ledakan batu-batu itu membuat aku tak bisa melihat dimana teman-teman kami berada.

“ Aning, kau bisa melihat sesuatu ? “ Annamaya bertanya khawatir. Sama sepertiku, gadis itu rupanya tak bisa melihat dengan jelas apa yang tengah terjadi.

“ Biadab kau, kubunuh KAU !! “ dua sosok berguling keluar dari dalam kepulan debu sambil bergulat. Pakaian yang dikenakan mereka berdua membuatku langsung tahu, itu adalah Ratu dan Illahuan.

“ Perempuan tidak tahu malu, perebut tahta milikku, RATU PALSU !! “ Illahuan tak mau kalah. Tiba-tiba mereka berdua berdiri berhadapan, dengan wajah membara.

Pertempuran dalam kepaulan debu masih terus berlanjut.

“ Sekarang baru tahu rasa !! Anakmu yang pongah itu sudah kubuat mampus !! “ teriak Illahuan mengejek.

Kupikir dia salah besar menyebutkan tentang kematian Intipalla pada sang Ratu, karena istri ketiga Sapa Inca itu kini menatap Illahuan dengan pandangan seekor binatang buas yang kehilangan anaknya, bukan lagi seorang perempuan lemah lembut.

“ Kau benar Illahuan, karena itu kau harus menyusul anakku di akhirat untuk bersujud minta maaf padanya !! “ seru sang Ratu sambil mengangkat kedua tangannya, dan seketika kepulan debu yang menghalangi pandangan kami seperti terangkat dan terkumpul di langit-langit atas Piramida.

Pandanganku kini bisa melihat dengan jelas. Semua yang tengah bertempur didalam kepulan debu itu seperti kaget dengan kejadian yang ajaib itu. Aku bernapas dengan lega melihat adikku masih hidup dan utuh, juga Sapa Inca.

Seperti dikomando, semua yang tengah bertempur berhenti, melihat aksi sang Ratu.

“ Marua !! Apa yang kau lakukan ?!.. “ teriak Sapa Inca begitu sadar bahwa yang melakukan hal itu adalah sang Ratu.

“ Aku akan membawa perempuan laknat ini minta maaf pada anakku !! “ balas Ratu berteriak lantang.

“ Istriku....hentikan itu...kau akan mencelakakan dirimu.... “ Sapa Inca berseru memohon.

“ Aku....sudah....siap....untuk....mati !!... “ tanpa menghiraukan seruan Sapa Inca, perempuan itu terus mengangkat tangannya, dan debu-debu yang terkumpul melayang diatas Piramida kini membentuk pusaran, seperti badai tornado yang sering kusaksikan di televisi.

“ Kau yang akan mati MARUA !! “ Illahuan yang rupanya tak mau kalah, juga melakukan hal sama, dan kali ini bukannya badai debu yang dia buat, tetapi semua anak panah dan tombak didalam perut gunung kini melayang terangkat dan berputar-putar dengan sangat cepat sehingga menimbulkan bunyi desing mengerikan.

“ Marua....Illahuan....kumohon...hentikan perbuatan kalian berdua.... “ pinta Sapa Inca, sambil mendekati kedua perempuan yang tengah murka itu, dan laki-laki yang sangat dihormati di kerajannya itu berlutut memohon pada kedua perempuan yang dicintainya.

“ Minggir Yang Mulia...ini bukan tentang anda, tetapi tentang anak kita yang dia bunuh !! “ bentak Ratu, tak lagi memperdulikan posisi Sapa Inca sebagai Raja.

“ Intipalla !!...Dia masih hidup !! “ suara Jacques terdengar nyaring, bahkan mengalahkan kebisingan disitu. Laki-laki itu menunjuk kearah pintu masuk dari arah Kuil.

Sang Ratu menoleh, dan kelengahan sepersekian detik itu berakibat fatal baginya, senjata-senjata tajam Illahuan secepat kilat mengarah padanya, dan langsung menancap ditubuh gemulai sang Ratu.

“ Kau....kau...curang... “ wajah marah sang ratu bercampur kesakitan amat sangat.

“ MARUA !! “ Sapa Inca berlari menghampiri istrinya seperti kesetanan.

“ RATU !! “ tanpa sadar, aku dan Annamaya sudah berlari keluar dari dalam ruang penyimpanan senjata, menghambur menuju Ratu yang tergeletak berdarah ditanah.

Well...well...well...disitu kalian rupanya....ringkus mereka berdua !! “ Jacques memerintahkan anak buahnya yang langsung mendekati aku dan Annamaya.

“ Jangan pernah coba-coba untuk menyentuh mereka berdua !! “ pekik Arya. Tangannya sudah terangkat ke udara, membuat para penjahat yang hendak menangkap aku dan Annamaya seperti tercekik tangan-tangan yang tak kelihatan.

“ Kak, mungkin sebaiknya kalian berdua tetap berada disana... “

Aku menggelengkan kepalaku, saran itu sama sekali tak akan berguna saat ini. Toh mereka sudah tahu bahwa aku dan Annamaya tidak melarikan diri seperti yang mereka katakan pada Illahuan sebelumnya. Lagipula, aku ingin melihat keadaan sang Ratu.

Bergegas aku dan Annamaya segera menuju Ratu yang tergeletak bersimbah darah ditanah, dilindungi oleh Arya yang menempatkan dirinya sebagai tameng antara mereka dan para penjahat.

Mungkin karena takut dan sudah melihat apa yang telah dilakukan Arya dengan kekuatan sihir yang dia miliki, para penjahat itu tak satupun mencoba untuk mendekati adikku yang kini jadi manusia super itu.

“ Yang Mulia, bagaimana dengan keadaan Ratu ? “ kutahu tak ada gunanya untuk bertanya, sebab melihat keadaan sang Ratu yang hampir setiap inci badannya tertusuk anak panah dan tombak, aku hampir yakin bahwa dia tak akan selamat, meskpiun memang takdir hidup dan mati manusia itu ada di tangan Tuhan. Sapa Inca hanya menatapku tanpa bersuara apa-apa.

“ Aning.... “ bisik sang Ratu pelan. Aku langsung mendekati perempuan yang kukenal sangat anggun dan lemah lembut itu. Tanpa terasa, airmata sudah membasahi kedua pipiku.

“ Intipalla menyukaimu, kau tahu itu ? Dia pernah bilang pada saya... “ kata sang Ratu pelan, dalam kesakitan yang terlihat jelas diwajahnya.

“ Ssstt...Yang Mulia sebaiknya istirahat dan tidak boleh terlalu banyak bergerak.... “ ucapku dalam tangis.

“ Saya...hanya.. mau tanya...apa...kau juga...menyukainya.. ? “ suara Sang Ratu semakin pelan. Aku hanya mengangguk mengiyakan.

“ Bagus...kalau saya bertemu...dengan...dia...nanti...akan saya katakan...kalau kau...juga..menyukai..dia.. “ terbata-bata perempuan cantik itu berusaha mengucapkan kata-katanya. Aku semakin tak tahan melihat keadaannya seperti itu.

“ Yang...Mulia....hamba...titip..kerajaan kita...berjuang...sampai titik...darah..terakhir...ya ? “ pinta Sang Ratu yang terlihat semakin melemah. Disebelahku, Annamaya terisak pelan.

“ Tanpa kau minta, saya pasti akan melakukannya, Marua...istirahat dengan tenang...saya mencintaimu... “ Sapa Inca kini terisak pelan, sambil terus menciumi wajah istrinya, dia tak henti-hentinya mengucapkan kata-kata penghiburan, dan semua hal yang sangat membuat miris hati saat mendengarnya.

Aku sangat sedih dan terharu, karena dalam keadaan seperti itu, semangat keduanya tak pudar untuk mempertahankan apa yang menjadi milik dan sudah mereka lindungi sejak jaman dahulu. Rakyat dan kerajaan Inca.

Saat Sapa Inca mengangkat kepalanya dari wajah Ratu, aku tahu bahwa perempuan itu kini telah pergi untuk selama-lamanya.

“ Yang Mulia !!!... “ Annamaya menjerit menangis, lalu memeluk perempuan yang kini terbaring kaku itu.

“ Wah...wah...sangat menyedihkan sekali yang kalian pertontonkan pada kami...selamat... “ suara Illahuan memecah keheningan yang menyakitkan.(BERSAMBUNG)

Keterangan Bahasa :

Lima = Ibu kota Peru

Sleeping bag = Kantong tidur, biasa di pakai saat mendaki gunung atau berkemah

Valley of the queens = Lembah di Luxor ( Mesir ) tempat di makamkan para ratu-ratu bangsa Mesir kuno.

Acllahuasi = Tempat tinggal para wanita terpilih ( misalnya para gundik raja, dan

juga anak² perempuan, dan saudari mereka )

Inti = Dewa/Tuhan tertinggi dalam kepercayaan suku Inca

Manta = Semacam kain penutup yang di pakai untuk melindungi badan dari udara dingin.

Panaca = Keturunan suku Inca

Altittude Sick = Sakit yang datang saat seseorang tak bisa menahan tekanan atmosfer pada ketinggian, biasanya berupa kehilangan kesadaran, atau hidung yang berdarah.

Llautu = Semacam penutup kepala dari kain dengan berbagai macam warna yang di gunakan sebagai hiasan rambut.

Coca = Semacam daun ganja yang kalau di bakar dan terhisap asapnya bisa langsungfly dan bisa tak sadarkan diri bila terhirup dalam jumlah banyak.Bisa membuat seseorang terganggu otaknya bila digunakan dalam dosis tinggi

Sapa Inca = Raja / Pemimpin

No es nada nuevo? = ( Bahasa Spanyol ) Tak ada hal/berita yang baru ?

Quechua & Aymara = Dua bahasa yang dipakai oleh bangsa Inca

Machu Pichu = Reruntuhan bekas kota yang diyakini adalah pusat kekaisaran Inca, yang juga dikenal dengan Kota Yang Hilang.

Atahualpa = Nama Kaisar/Raja/Pemimpin terakhir bangsa Inca sebelum kekaisaran itu punah.

{ 2 komentar... read them below or Comment }

  1. Bagus,
    Dibikin daftar dr Part 1 hingga terakhir sehingga pembaca bisa ngelink dan memilih langsung

    BalasHapus
  2. Fathir : ada tuh, klik aja di Pages under CERBER..semua ada disitu, tinggal pilih mau baca episode yg mana TLC-nya..

    BalasHapus

__________________________________

Hit Counter

Histats

Guestbook

Pages

Like This Theme

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers