Popular posts

nsikome On 20 November 2011


Picture: www.ehow.com

Kejadian di mall itu menjadi Headline di setiap surat kabar di pelosok negeri. Bukan karena percobaan perampokan yang gagal itu, namun peristiwa aneh di mana penjahat-penjahat itu terangkat ke udara tak berdaya saat sedang melaksanakan aksi jahat mereka. Apalagi, semua kejadian itu terekam oleh kamera-kamera pengawas yang ada di dalam mall.
Sebuah stasiun televisi swasta bahkan membuat sebuah talk show dengan beberapa ahli kimia, dan juga paranormal. Peristiwa itu menjadi pembicaraan hangat semua orang, termasuk di sekolah Rani. 
“ Ran, kamu liat kan kejadiannya ? cerita dooong....!! “ todong teman-teman sekelas Rani, sepertinya mereka tak puas hanya mendengar dari radio dan TV serta koran dan majalah-majalah, tapi mereka ingin mendengar langsung dari mulut Rani. Soalnya, saat Rani dan Andy tengah telungkup di lantai, rupanya mereka berdua sempat tertangkap oleh kamera pengawas di mall yang berputar-putar. Dan itu sempat di tayangkan di sebuah stasiun TV, makanya teman-teman termasuk gurunya jadi tau Rani ada di sana waktu kejadian itu.
“ Nggak ah ! aku masih trauma, “ elak gadis itu. Padahal dia sebenarnya hanya merasa bosan saja. Habisnya, setiap hari dia selalu di jejali dengan pertanyaan-pertanyaan yang sama melulu, tentang peristiwa itu.
“ Yaaaa.....Rani.....pelit amat, kita-kita kan belum dengar dari mulut kamu sendiri, Ran ?!! cerita, dong....” rayu teman-teman sekelasnya, namun Rani hanya menggeleng, lalu melangkahkan kakinya, menjauh dari situ. Gadis itu berpikir hendak melarikan diri sejenak ke arah kantin yang masih kosong, namun dia mendengar seperti ada langkah kaki yang mengikuti-nya dari belakang. Refleks dia menoleh, ternyata si cute yang rajin mengisi mimpi malamnya Rani, Didi.
“ Kamu baik-baik saja kan, Ran ? “ tegur Didi bernada khawatir
“ Kok nanya kayak gitu ? emangnya aku kelihatan sakit ? “ Rani merasa heran dengan pertanyaan cowok cute itu.
“ Abis kamu tuh kelihatan capek banget, “ balas Didi pendek, seraya menatapi wajah gadis di hadapannya, yang tak urung langsung membuat wajah Rani merah merona.
“ Capek di tanya’in hal yang sama, ‘kali !! “ cetus Rani agak asal-asalan. Didi hanya tersenyum simpul mendengar celoteh cewek cantik di hadapannya itu. Kasihan emang si Rani, semenjak masuk kelas, semua pada nanya tentang kejadian di mall, jelas aja dia capek.
“ Yah jangan di jawab, dong..... “ saran Didi. Rani hanya diam. Si Didi emang bener, harusnya semua pertanyaan-pertanyaan itu jangan di ladeni, buktinya yang capek kan Rani sendiri ?
“ Ran....kok diam aja ? “ panggil Didi perlahan, Rani mengangkat kepalanya, dan dia menemukan ada sepasang mata indah berwarna hitam pekat tengah menatapnya dengan pandangan yang sulit di artikan. Gadis itu tak kuasa membalas tatapan Didi. Entahlah, di lain pihak hati Rani berbunga-bunga di tatap seperti itu, namun tidak tahu mengapa, dia merasa agak takut.
“ Aku cuma capek, Di “ dusta Rani. Dia sebenarnya hanya merasa jengah di tatapi seperti itu.
“ Ran, kamu ada acara nggak sabtu nanti ? “ gadis itu terperangah, tak di sangka Didi bertanya seperti itu, sebab itu adalah salah satu pertanyaan “sakti” bagi orang-orang yang baru mau jadian.
“ Ngggg.....eng...sabtu nanti...kayaknya nggak ada, tuh ! “ Rani berlama-lama dikit, jual mahal ceritanya.
“ Mau nggak jalan-jalan sama aku, kita nonton ke bioskop ?! “ cowok itu menatap berharap. Ingin Rani langsung mengiyakan ajakan cowok cute itu, namun dalam hatinya masih ada rasa gengsi.
“ Bukannya aku nggak mau, Di. Tapi, kayaknya aku harus minta ijin ortu-ku dulu. Nanti kalo udah dapat ijin, aku bilang ke kamu, ya ? “ berat rasanya hati Rani untuk mengucapkan kata-kata itu. Sebab sebenarnya sudah sejak lama dia menunggu saat ini. Namun Didi nampak tak kecewa,
“ Aku ngerti, kok. Jangan lupa bilang ke aku secepatnya kalo kamu udah di kasih ijin, ya ? “ pinta Didi. Rani hanya mengangguk. Cowok itu kemudian tersenyum manis, dan melambaikan tangannya, dan berjalan pergi ke arah kelas. Lonceng berdentang, tanda pelajaran hari ini selesai.

Hari sabtu akhirnya tiba juga. Tadi siang di sekolah Rani udah ngomong ke Didi, kalo dia udah di kasih ijin  sama orang tua-nya untuk keluar. Sebenarnya semua itu hanyalah alasan Rani. Tokh dia sudah yakin akan di kasih ijin oleh kedua orang tuanya, sebab mereka kan termasuk dalam kategori type orangtua yang demokrat sekali, nggak kayak orangtua kebanyakan yang suka otoriter terhadap anak-anaknya.
Rani sedang merapikan rambutnya saat suara Andi terdengar dari bawah memanggil gadis itu.
“ Rannniiiiii.............!!!!! pacarmu sudah dataaaanngggg............!!! “ Rani hampir saja mengetok kepala Andi dengan vas bunga memakai kekuatan telekinetiknya. Kakaknya itu memang usil dan jahil banget. Dalam hati gadis itu sudah merencanakan saat pembalasannya. Sedangkan di bawah, Didi hanya senyum-senyum simpul mendengar teriakan Andi.
Cepat-cepat dia menyelesaikan acara dandan, lalu melangkah menuruni tangga dengan hati berdebar-debar. Di bawah nampak Didi tengah duduk bercakap-cakap dengan Andi. Cowok itu kelihatan cute banget dengan kemeja merah hati bermotif naga di bagian depan. Ini adalah pertama kali Rani melihat Didi tanpa seragam putih abu-abunya.
“ Sorry nunggunya kelamaan, Di...” Rani memotong ucapan Andi yang lagi seru-serunya bercerita pada Didi tentang pengalamannya saat liburan ke Mesir kemarin. Dalam hati Rani tertawa, namun tak sampai hati untuk meledek Andi, karena sepanjang liburan itu, Andi kan sakit melulu gara-gara mabuk perjalanan.
“ Eh...nggak ‘pa-pa, kok..” Didi menatap Rani dengan pandangan takjub. Rani memang tampak cantik dalam balutan sackdress pink-nya.
“ Kita berangkat, Ran ?! ” tanya Didi, Rani hanya menganggukkan kepalanya, lalu berpamitan pada Andi.
“ Kak, Rani berangkat dulu, ya...”
“ Awas pulangnya jangan kelamaan...usahakan sebelum Mama dan Papa pulang ya, Ran ?! hati-hati di jalan....” celoteh Andi panjang lebar kayak kakek-kakek. Rani hanya melambaikan kedua tangannya tanpa mengucapkan apa-apa. Sepertinya gadis itu terlalu gugup untuk bicara semenjak kehadiran Didi.
“ Kita kemana, nih ?! “ tanya Didi. Rani mengangkat kedua bahunya.
“ Terserah kamu, kan yang ngajak kamu.... “ tutur gadis itu pelan.
“ Gimana kalau kita ke Bioskop, terus... abis itu makan... gimana menurut kamu ? “ Didi menatap wajah Rani lekat-lekat, lalu meraih tangan Rani membuat gadis itu jadi salah tingkah dan menunduk malu.
“ Terserah kamu aja... “ balas Rani perlahan. Gadis itu merasa wajahnya seperti di jalari oleh rasa panas yang datang mendadak, dan, tiba-tiba saja gadis itu merasa cemas, sebab dia merasa bukan hanya wajahnya saja yang mulai merasa panas, tetapi sekujur tubuhnya sudah mulai menghangat dan perlahan bergetar. Tanpa dia kira, tiba-tiba saja jambangan antik berasal dari Austria yang di pesan oleh mamanya pada salah satu kerabat mereka yang pergi berlibur ke negara Strauss itu mulai bergetar seirama dengan getaran tubuhnya. Rasa takut mulai datang, sekuat tenaga gadis itu mencoba untuk mengerem tenaga nya yang seperti sudah mulai kehilangan kendali itu.
“ Ran, kamu nggak apa-apa ? “ Didi menatap Rani heran
“ Ah.. enggak... aku nggak apa-apa, kok ! “ gadis itu berusaha menutupi kegugupannya. Untunglah, saat itu, Andi datang menyelamatkan adiknya
“ Eh Ran, kebetulan kamu belum pergi, aku mau tanya dimana kamu menaruh kamus bahasa Inggris yang kamu pinjam kemarin pada ku ? “ cetus Andi seraya mengedipkan sebelah matanya pada Rani
“ Sorry ya, Di... aku mo nyulik Rani sebentar aja... “ lanjut Andi, dia dan Rani lalu melangkah masuk ke dalam rumah
“ Kamu kenapa, Ran ? untung aja tadi Mama sama Papa udah masuk ke dalam kamar mereka !! “ tanya Andi cemas
“ Aku sendiri nggak tau ada apa, Kak... tiba-tiba aja aku nggak bisa mengendalikan pikiran dan kekuatanku, “ bisik Rani pelan tak kalah cemasnya.(BERSAMBUNG)

{ 4 komentar... read them below or Comment }

  1. oke novelnya. kita tunggu part berikutnya.

    Wassalam

    Hukum-online

    BalasHapus
  2. nice blog full of information!!nice eve

    BalasHapus
  3. Pak Hendro : Ok deh..

    Dadyario : Thank's Pal

    Icah Banjarmasin : Welcome..

    BalasHapus

__________________________________

Hit Counter

Histats

Guestbook

Pages

Like This Theme

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers