Popular posts

nsikome On 22 Januari 2012




TANTE INSYE, THE DEVIL IN DISGUISE

Ternyata baru keinget hari ini buat bikin lanjutannya…Bukannya males sih, maklum, sudah deket natal, dan di Manado, kalo udah deket natal kayak gini, sibuknya jadi luar biasa minta ampun…
Sampe dimana kita kemaren di part 4 ya? Oh ya…rumah saya kedatangan si janda kaki lima nan genit, Neni.
“Selamat pagi oma Neni, ada perlu apa ya?” balas saya sengaja memanggilnya oma. Panggilan yang sangat dibenci si janda genit setengah mati. Bahkan, konon cucunya di ajarin oleh dia buat manggil “Mami”, bukannya nenek atau oma.
“Idih…kok manggil aku oma sih, kamu kan bukan cucu aku!” balas si janda bernada pedes, sepedes cabe setengah kilo. Saya hanya senyam-senyum masam padanya.
“Gini…saya mau tanya, kamu kan bekerjanya di kantor Maskapai Penerbangan, kalau tiket ke Bali berapa ya?” tanya si janda lagi, bernada sombong kali ini. Ke Bali aja udah sombong. Tuh, Mbak Nova, yang bekas suaminya orang bule, udah keliling dunia , nggak ada sombong-sombongnya kayak ni janda genit.
“Oh..kalo mau nanya harga tiket, ke travel aja Oma..lebih bagus” elak saya. Malas rasanya menanggapi, apalagi membantu si Neni.
“Emang kamu kerjanya di kantor itu jadi apaan? Cleaning Service ya?” tanya si janda lagi, merendahkan.
Duhh…kalau tidak ingat ada Hukum Pidana di negeri ini, sudah saya cakar-cakar muka keriput si janda genit itu, terus saya kuliti dan kulitnya saya bikin dompet buat uang recehan!. Tapi saya dengan tenang menanggapi ejekan si janda kaki lima itu dan membalasnya dengan hinaan pula.
“Nggak sih, tapi…kalau dikantor saya tuh Oma, kami nggak melayani pembelian orang lanjut usia, travel biasanya melayani pembelian tiket dari orang-orang yg lanjut usia, dan mereka juga punya service khusus buat orang-orang lanjut usia kayak oma!!”
Haha. Wajah si janda kaki lima langsung berubah merah seperti kepiting direbus. Rasain!!. Tanpa ba-bi-bu, dia langsung berdiri dari tempat duduk diruang tamu super mini saya, dan keluar rumah tanpa permisi.
“Travel juga punya service makanan khusus orang tua dengan gigi palsu oma!!” teriakku tambah meledek dari dalam rumah sambil terpingkal-pingkal. Sementara si Neni berjalan cepat-cepat dengan dengan wajah penuh amarah.
Akhirnya, saya sukses tidak masuk kantor hari itu. Sambil memikirkan apa yang akan di omelin sang “Kanjeng Mami” esok harinya, saya putuskan untuk menelpon si Eny, untuk menanyakan bagaimana kabarnya.
Ternyata, handphone-nya Eny tidak diaktifkan. Mumpung nggak ke kantor, seharian itu saya membersihkan rumah dan juga saluran air kecil di depan pagar rumah saya.
Lagi asyik-asyiknya membersihkan got, tiba-tiba terdengar suara orang yang menegur dari samping
“Ihhh..rajin amat, nggak ke kantor Mbak?” ternyata si Voni.
Bukan janda sih, tapi bisa dibilang kehidupannya seperti kami para janda. Suaminya bekerja disebuah kapal kargo, dan hanya setiap setahun sekali dia bisa bertemu dengan suaminya. Kata gosip orang-orang sekampung sih, suaminya punya piaraan dimana-mana. Kayak peternakan aja, punya piaraan.
Tapi, si Voni ini orangnya cuek bebek, menurut falsafah dia, biarin aja suaminya punya piaraan di segala penjuru mata angin, yang penting gajinya setiap bulan si Voni yang menikmati, karena sebagai istri sah, hanya dia yang bisa mengambil gaji di kantor suaminya setiap bulan.
“Iya nih Mbak, tadinya mau ke kantor, tapi telat, makanya daripada duduk aja, mending sekalian bersihin rumah, mumpung lagi ada waktu luang..”
“Eh, tau nggak Mbak, tante Insye, rumah diujung kampung yang ada warungnya itu lho..kata Bu Irma, tadi malam dia ketahuan masukin laki-laki ke kamarnya!” Ya ampun…mulai lagi deh, pagi-pagi udah ngegosipin orang. Namun, berhubung kedengarannya gosip ini bakalan seru, dengan sigap saya langsung mencari tempat ngejogrok yang nyaman.
“Wahhh…emang bener Mbak? Nggak nyangka ya…padahal dia kelihatan alim banget. Memangnya suaminya dimana? Kok bisa-bisanya sih dia masukin laki-laki ke kamarnya?” tanya saya penasaran. Si Voni yang melihat gayus..eh..gayung bersambut, ikut-ikutan duduk di depan pagar rumah saya.
“Begini ceritanya Mbak. Semalam, Bu Irma anaknya sakit perut, terus, dia mau beli minyak kayu putih sama obat sakit perut di warungnya tante Insye. Ternyata, warungnya sudah tutup, padahal belum lagi jam 7 malam. Waktu Bu Irma hendak lanjut ke warungnya Mpok Lila, dia melihat ada cahaya dari pintu belakang rumah tante Insye. Bu Irma pikir, si empunya warung tadi keluar dan sekarang udah pulang, daripada dia harus jalan lagi agak jauh buat ke warungya Mpok Lila, dia memutuskan untuk membeli obat buat anaknya sama tante Insye, lewat pintu belakang. Betapa kagetnya dia, saat melihat ada laki-laki lain yang sedang berdiri didepan pintu kamar tante Insye, lalu masuk kedalam.” tutur Voni panjang lebar. Setelah menghela nafas cukup panjang, dia lalu melanjutkan.
“Yang paling mengejutkan Bu Irma, om Ales, suaminya tante Insye, sedang tertidur pulas dikursi dekat meja makan didapur mereka. Kelihatannya, om Ales seperti tengah mabuk berat atau terbius!”
“Wahhh…bakalan rame nih Mbak, jika ketahuan sama Om Ales..”
“Bukan hanya itu saja, akhirnya, Bu Irma memutuskan untuk membeli obat sakit perut anaknya di warung Mpok Lila. Setelah selesai menidurkan anaknya, Bu Irma kembali ke rumah tante Insye, kali ini dengan Pak Obet ketua RT 1. Tahu nggak, mereka berdua nungguin dekat jendela tante Insye, tau-taunya, suami tante Insye si om Ales, terbangun dan hendak buang air kecil. Sialnya, dia buang air kecilnya dekat jendela kamarnya itu, bukannya memergoki istrinya, dia amlah memergoki pak Obet sama Bu Irma yang lagi nongkrong disitu..” terkekeh-kekeh si Voni bercerita. Lucu juga ya, hendak memergoki orang selingkuh, malah dipergoki suami si istri yg diduga selingkuh. Saya ikutan tertawa.
“Ujung-ujungnya, malah Pak RT sama Bu Irma yg diteriakin sama om Ales ; ‘Ada orang selingkuh!!‘, kontan para tetangga langsung keluar rumah, untungnya, selingkuhannya tante Insye ketangkep juga, permasalahannya terselesaikan malam itu juga..” Voni mengakhiri gosipnya sambil tertawa.
*******
Esoknya, saya mendengar kabar, bahwa ternyata sudah lama tante Insye selingkuh. Orang-orang pada heran, soalnya dia kan kelihatan alim banget, dan sangat super aktif di kegiatan keagamaan. Orang juga tak menyangka, karena selain suaminya pulang kerja jam 5 sore, setelah itu om Ales diam saja dirumah. Ternyata, selidik punya selidik, laki-laki yang kata tante Insye adalah teman om Ales, juga selama ini merangkap selingkuhannya.
Kata tante Rosye, si tukang gosip nomor wahid, modus operandi mereka sederhana banget. Oleh tante Insye dan selingkuhannya, minuman kerasnya om Ales (suami tante Insye ini memang pemabuk kelas bantam, mottonya saja : Tiada hari tanpa Miras!), dicampur sama obat tidur, sehingga, om Ales selalu langsung tertidur pulas di dapur, sementara tante Insye dan selingkuhannya berasyik masyuk di kamar. Benar-benar edan!.

{ 2 komentar... read them below or Comment }

__________________________________

Hit Counter

Histats

Guestbook

Pages

Like This Theme

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers