Popular posts

nsikome On 31 Maret 2012


Image: www.chromeautoemblems.com

EPISODE 8. GETARAN HATI

“Ya ampun!!…kamu tuh, selalu saja suka mengambil kesimpulan tentang sesuatu, sebelum mendengar keseluruhan ceritanya, Cuz!” rutuk saya sebal. Bagimana tidak? Teriakannya membuat kuping saya langsung berdenging keras.
“Denger ya, my lovely Cuz…kalau kamu sampai tega merendahkan harga diri kamu yang super tinggi itu dan datang ke eike untuk meminta saran tentang cowok…Eike berani bertaruh, tak lama lagi akan ada wedding party besar-besaran!” cerocos Vanny makin menjadi.
Entah harus bagaimana supaya saya bisa menghilangkan ide dikepala perempuan itu tentang ‘melepas status janda’-nya saya. Langsung deh, saya menyesal sudah menelponnya.
“Ayooo…..mau ngomong apa kamu sekarang, L?” tantang Vanny sambil cekikikan. Dia memang sering memanggil saya hanya dengan huruf terdepan nama saya. Sungguh mati, saya memang kena batu-nya kali ini. Memang sepupu saya itu cerewetnya minta ampun, tapi tak pernah sekalipun saya kalah berdebat dengannya. Vanny rupanya mengetahui hal itu, dan dia makin menjadi-jadi.
“Leia, jika eike tidak kenal kamu, sudah pasti eike akan mikir, saat ini kamu tengah terkena serangan penyakit lepra di bibir, atau bisu temporer…Oh my gosh..who is he? Siapa lelaki yang bisa membuat my beautiful cuz speechless? He must be a good one!!” Vanny terus saja menggodaku dengan gaya bicaranya yang sangat ‘lebay’.
“Menyesal saya menelpon kamu, Van…udahan ah, kalo nggak telponnya di tutup nih!” rajuk saya, mencoba untuk menghentikan aksi sepupu genit itu.
“Orang nelpon mau minta tolong, malah digodain, ya udah…bye..” ujar saya pura-pura akan memutuskan sambungan telpon.
“Aiiii..jangan dong my dearsorry..sorry…ayo sekarang kamu boleh ngomong, janji eikenggak akan godain lagi” janji Vanny, terdengar sangat tidak sungguh-sungguh.
Kalau saja saya tidak sedang kalut setengah mati seperti sekarang, sungguh tak akan pernah saya menelpon Vanny. Meskipun orangnya cerewet setengah mati, namun dia adalah satu-satunya sepupu yang bisa diandalkan, karena saya bisa tenang, karena rahasia apapun juga, pasti akan aman bersamanya.
“Van, pendapat kamu tentang brondong?” seperti yang sudah saya prediksi sebelumnya, diseberang sana langsung terdengar suara cekakan.
Oh no…don’t tell me, sekarang kamu ikut-ikutan kayak artis, mau macarin brondong Cuz,but wait a minute, is he Stan?” selidik Vanny. Dia memang kenal dengan Stan, dan lebih parah lagi, dia tahu tentang perasaan saya pada Stan.
Saya terdiam, tak mampu menjawab pertanyaan Vanny yang jawabannya hanya pendek “YES”. Kembali terdengar dia cekikikan diujung telpon.
He is Stan!, eike nggak mungkin salah!” tebaknya lagi. Saya masih diam seribu bahasa.
“L…kamu masih idup?..Hellloooooowww!!” si Vanny makin menjadi.
Untung saja saya tidak sedang bersama dengannya, jika tidak, sudah pasti dia akan melihat bagaimana wajah saya sekarang menjadi seperti kepiting rebus. Merah merona.
“Iyaaaaaaa….aku masih hidup!! Ini anak jadi orang cerewet banget, sih!!” rutukku kesal. Vanny hanya cekakakan mendengar omelan saya.
My lovely cuz…eike harus merayakan hari ini, sebab ini pertama kalinya eike menang berdebat dengan kamu!!”
“Ayo…silahkan…monggo..ledek aku sepuas hatimu!”
Of course!! Kapan lagi eike bisa menghujatmu tanpa mendapatkan balasan?”
“Van..serius nih..okey! Kamu benar, dia Stan. Puas?!” akhirnya saya memutuskan untuk mengaku juga, dari pada di ledekin terus menerus tanpa henti oleh si mahkluk ceriwis?.
He is nice, handsome, cuek, bener-bener tipe kamu!” Vanny menyeletuk pendek. Tawanya sudah terhenti, tanda dia serius sekarang.
“Itu mah aku tahu, tapi yang aku mau tahu, apa dia worth buat aku, Van?” akhirnya percakapan ini masuk ke level “serius” juga. Saya sudah takut akan di ledekin terus pada sepanjang percakapan telepon kami.
“Emang dia udah menyatakan cinta?” todong Vanny
“Belum sih…cuman…ehm..gimana ya..” terbata-bata saya mencoba untuk menerangkan bahwa signal tanda dia suka pada saya itu sangat jelas terasa. Vanny tertawa lagi.
“Ya ampun, Leia..kamu itu jatuh cinta sama Stan, akuin aja..nggak ada salahnya, kok!. Lagian, kamu kan sudah tidak terikat hubungan apa-apa sama lelaki lain. Menurut aku, sudah cukup empat tahun kamu sendiri. Kasihan kamu, nanti keburu keriput, nggak ada lagi yang akan mau sama kamu!”
Saya hanya terdiam mendengar ucapan sepupuku itu. Memang benar, sudah empat tahun kesendirian itu saya jalani. Tapi rasanya sulit untuk membuka hati pada kaum pria, jika kita pernah disakiti sampai rasanya hati itu berdarah-darah. Namun dengan Stan, ada satu hal yang sulit untuk saya jelaskan. Perasaan yang muncul ketika bertemu dia, bicara dengannya, sangat aneh, namun menyenangkan.
“L, sebagai sepupumu, aku tuh pengen banget melihat kamu menata hidupmu, pengen lihat kamu kembali ceria seperti dahulu, menurut aku, jika memang kamu harus kembali memiliki pasangan, Stan is the right person!. Go ahead!” Vanny menutup ucapan bijaknya yang sungguh sangat langka. Jarang dia bisa ngomong pintar seperti itu.
“Makasih Van, aku hanya ragu, mungkin saja perasaan aku ini salah, mungkin saja dia tidak memiliki rasa yang sama denganku, aku harus berbuat apa?” ujarku setengah mengeluh.
“Buka hatimu! Jika dia mengajakmu keluar nge-date, jalan-jalan, pergi saja!. Itu satu-satunya jalan untuk mengetahui tentang perasaan Stan padamu”
“Tapi bagaimana kalau…”
“Kalau apa, Leia? Itulah masalahmu. Kamu terlalu banyak berpikir, dan tak pernah mau ambil resiko semenjak kegagalan pernikahanmu yang dulu. Sekarang kamu harus buka pikiran, hidup itu harus berjalan, jangan diam ditempat saja…” tukas Vanny tegas.
Saya terhenyak mendengar ucapan Vanny. Dia mengatai saya sebagai seorang yang terlalu banyak berpikir. Apakah itu benar? Mungkin saja itu memang benar, karena apapun yang akan saya lakukan, selalu harus dipikirkan masak-masak terlebih dahulu.
“Leia? Are you still there?” suara Vanny membuyarkan lamunan saya.
“Iya..aku masih disini..Sepertinya kamu benar, Van. Sudah saatnya buat aku untuk move on!”
“Great!!..Itu baru sepupu aku yang pintar!. Eh cuz, jangan lupa kalau udah jadian, aku ditraktir ya?”
Saya hanya tersenyum mendengar ucapan Vanny. Apakah saya dan Stan akan jadian? Entahlah. Saya sendiri masih bingung, dan tak tahu dengan apa yang akan terjadi esok hari. Hanya saja, getaran di hati itu, sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Hanya bisa dirasakan.

{ 1 komentar... read them below or add one }

  1. Pengen yang lebih seru ...
    Ayo kunjungi www.asianbet77.com
    Buktikan sendiri ..

    Real Play = Real Money

    - Bonus Promo Red Card pertandingan manapun .
    - Bonus Mixparlay .
    - Bonus Tangkasnet setiap hari .
    - New Produk Sabung Ayam ( minimal bet sangat ringan ) .
    - Referal 5 + 1 % ( seumur hidup ) .
    - Cash Back up to 10 % .
    - Bonus Royalty Rewards setiap bulan .

    Untuk Informasi lebih jelasnya silahkan hubungi CS kami :
    - YM : op1_asianbet77@yahoo.com
    - EMAIL : asianbet77@yahoo.com
    - WHATSAPP : +63 905 213 7234
    - WECHAT : asianbet_77
    - SMS CENTER : +63 905 209 8162
    - PIN BB : 2B4BB06A / 28339A41

    Salam Admin ,
    asianbet77.com

    Download Disini

    BalasHapus

__________________________________

Hit Counter

Histats

Guestbook

Pages

Like This Theme

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers