Popular posts

nsikome On 29 Mei 2011

Untuk semua yg suka Pesta, dan gadis cantik.....enjoy guys..





PARTY GIRL



By : N.SIKOME

Suara musik tekno yang memekakkan telinga bergaung ke sekeliling ruangan. Rommy memejamkan matanya sejenak. Kepala cowok itu terasa mulai berdenyut-denyut. Dalam hati dia menyesal telah memenuhi ajakan Rio datang ke pesta ini. Sebenarnya dia ingin tinggal di tempat kost saja, tapi Rio memaksa setengah mengancam bahwa kalau Rommy tak ikut, dia tak akan di perkenankan lagi untuk meminjam ataupun menyentuh Laptop Rio. Dengan berat hati, cowok itu terpaksa mengikuti sahabatnya ke pesta gila ini, padahal dia pada dasarnya bukanlah type orang yang suka pesta semacam ini.
- Hei....Rom !!! gimana pendapat kamu ?? – Rio tiba-tiba saja sudah muncul di samping Rommy.
- Pendapat tentang apa ? -
- Tentang pesta ini !! – Rio setengah berteriak
Rommy hanya mengangkat bahunya, dengan mimik yang di buat se-memelas mungkin.
- Aku bosan, Rio. Kita pulang, yuk !! – ajak Rommy, namun sahabatnya hanya mengedipkan sebelah mata, lalu berlalu dari hadapan cowok itu. Kembali lagi Rommy di hinggapi perasaaan yang sangat tidak nyaman. Cowok itu memutuskan untuk berkeliling saja, dan sebisa mungkin menghindari suara musik yang memekakkan itu. Dia lalu berjalan melewati teras, untuk menuju taman belakang rumah. Baru saja Rommy hendak memutari sebuah sudut, tiba-tiba matanya menangkap sesosok tubuh yang sedang asyik bergoyang mengikuti irama musik tekno. Bagaikan sebuah magnet, sosok itu langsung menarik perhatian Rommy. Sosok itu masih terus asyik bergoyang, seakan tak memperdulikan keadaan di sekelilingnya.
Seorang gadis. Cantik sekali. Berkulit putih bersih dengan rambut yang di biarkan terurai sebahu, dia kelihatan seperti seorang bidadari modern.
Merasa tengah di perhatikan, gadis itu menoleh ke arah Rommy, dan melemparkan senyum ke arah cowok itu. Manis sekali.
Dan untuk yang pertama kali semenjak dia tiba di tengah pesta ini, Rommy bersyukur bisa berada di tempat ini, bisa melihat gadis cantik itu, tepatnya.
- Hai...kok kamu dari tadi diam aja, nggak turun ke dancefloor kayak yang lain ?? – gadis itu tiba-tiba sudah berada di depan Rommy. Yang saking terpesonanya, dia tak menyadari bahwa gadis itu tengah berjalan menuju ke arah-nya.
- Ehm...e...aku nggak bisa dance kayak kamu, aku nggak biasa, maksudku..... – tergagap-gagap Rommy menjawab pertanyaan gadis itu.
- Namaku Nina, kamu siapa ? – dia memperkenalkan dirinya
- Aku Rommy, -
- Nggak suka pesta-pesta yang beginian, ya ? – tebak Nina bernada yakin
- He’eh, kok tahu ? -
- Soalnya kamu dari tadi aku liat bengong melulu, mondar-mandir aja kayak setrikaan, sementara kita-kita lagi asyik di dancefloor, - tutur Nina panjang lebar, membuat Rommy tak urung tersenyum juga mendengar celoteh gadis itu.
- Aku memang ke sini karena di ajak temen, lebih tepatnya di paksa sama temen aku. Dan, lagian aku pikir-pikir, nggak ada salahnya di coba, mungkin aja aku bisa suka, siapa yang tahu ?? -
- Dan ternyata kamu nggak suka ?? – tebak gadis itu lagi, Rommy hanya senyum-senyum.
- Kamu sendiri, suka dengan pesta-pesta seperti ini, Nina ? – Rommy balas bertanya
- Lumayan...buat ngilangin stress, aku lebih suka ke pesta kayak gini, -
- Emang nggak capek dance berjam-jam kayak gitu ? -
- Capek sih, tapi kalo udah biasa, nggak terasa capeknya – Nina menghapus keringat di dahinya.
- Eh, kamu udah punya pacar belom, Rom ?? – todong Nina. Di tanya seperti itu, Rommy langsung gelagapan.
- Emm....ehm....belom...emangnya kenapa ?? – biasanya kan cowok yang nanya kayak gitu, ini malah terbalik. Jelas aja Rommy langsung panik.
- Aku suka kamu, mau nggak kamu jadi pacar aku ?? – tembak Nina langsung. Muka Rommy langsung berubah merah seperti kepiting rebus.
- Kamu...bercanda-nya jangan gitu, dong Nin !! – tukas Rommy jengah.
- Aku serius nih, Rom. Aku mau tanya, kamu mau nggak jadi pacar aku ? tinggal jawab ya atau tidak, itu aja... – Nina menjawab pede.
- Kk...kka...kamu cantik, Nin. Tapi..... – Rommy tak sanggup menjawab. Nina mendekatkan mukanya ke arah muka cowok itu, yang seketika itu juga langsung merasa susah untuk bernapas.
- Nina !!!! lagi ngapain kamu di sini ?? kamu di cari Andro, tuh !! – entah darimana datangnya, tiga orang gadis berpakaian pesta sudah berada di dekat Rommy dan Nina
- Lagi cari labaan baru, Nin ?? – gadis yang satunya mulai menggoda Nina.
- Aku lapor Andro, nih..... – sambung yang satu lagi.
- Ahh.....ngapain si Andro cari aku ? kan kami udah putus.... – jawab Nina enteng
- Sejak kapan ? baru dua menit yang lalu, saat kamu lagi godain mahkluk tampan ini ??.... – gadis berbaju terusan mengerlingkan matanya pada Rommy, yang semakin mirip dengan kepiting rebus.
- Yeee.....kalian nggak ada kerjaan lain, selain ganggu kesenangan aku, ya ?? – Nina mendelik kesal. Sementara ketiga gadis temannya tertawa riuh.
- Nin...aku pergi ke dalam dulu, ya ? mau cari temen yg ajak aku kesini... – Rommy akhirnya bisa bersuara juga.
- Trus, yang tadi gimana, Rom ?? – tanya gadis itu. Cuek.
- Ah....bercandanya entar pas tanggal 1 april tahun depan aja, Nin... – Rommy langsung melambai pergi. Meninggalkan Nina yg terpaku mendengar jawaban cowok itu. Ini adalah yang pertama kalinya dia di tolak cowok.
Nina memang cantik, tapi dia adalah cewek pesta. Dan Rommy, mengerti bahwa dia tak akan pernah pacaran dengan type cewek semacam itu. Dia masih merinding, saat mengingat pertanyaan Nina tadi. Memang cewek punya hak untuk itu, tapi caranya kan nggak harus se-ekstrem Nina tadi. Bisa bikin lari cowok, tuh !!

-Rom, ada yang nanyain kamu, tuh !! – Rio menepuk pundaknya, mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju tempat kost yang tak jauh dari kampus.
- Siapa ?? – tanya Rommy acuh tak acuh
- Nina, dia telpon aku terus, nanyain kabar tentang kamu ! – Rommy masih diam, seperti tak ingin menanggapi percakapan tentang Nina.
- Dia itu banyak yang naksir, lho !! – sambung Rio lagi
- Aku nggak termasuk di dalamnya !! – cetus Rommy cepat. Dia berdusta
- Dia akan datang ke tempat kost kita hari ini, -
- Apaaa ???..... – Rio seperti tersengat lebah mendengar ucapan sahabatnya
- Tuh dia udah di depan rumah !! – tunjuk Rio kedepan
Nina memang sudah ada di sana, tengah berdiri resah di bawah panas sinar matahari siang. Tapi kali ini dia nampak beda. Tanpa dandanan heboh, dengan make-up mencolok mata. Gadis itu memakai setelan rok selutut, dengan kaos merah hati. Dia nampak lembut dan cantik.
- Hai..... – Nina menyapa duluan
- Udah lama menunggu, Nin ? – Rio yang bertanya duluan
- Nggak, - Nina menjawab tanpa memandang ke arah Rommy, yang sudah mulai kumat penyakit kikuk-nya.
- Masuk, yuk !! – ajak Rio. Mereka bertiga lalu beriringan masuk ke dalam rumah
- Rom, maafin aku sama temen-temen waktu pesta kemarin itu, ya ? – Suara Nina tak setegas saat dia meminta Rommy untuk jadi pacarnya waktu pesta malam minggu. Suaranya begitu memelas, hingga Rommy hampir-hampir tak percaya bahwa itu Nina yang sama dengan Nina yang dia kenal di pesta.
Nina lalu mulai bercerita, tentang kesendiriannya di rumah, orangtua-nya yang selalu sibuk dan tak pernah memberi perhatian padanya. Rommy terenyuh. Tanpa sadar, dia merengkuh gadis yang kini kelihatan lembut seperti anak domba itu ke pelukannya, saat Nina mulai terisak-isak.
- Ssssttt......Nina, aku sayang kamu, tau nggak ? aku mau banget jadi pacar kamu.... – hibur Rommy, berusaha menenangkan gadis itu
- Bener, Rom ? – Nina menengadah, ada airmata di kedua mata indahnya. Gadis itu tersenyum.
- Tapi, kamu harus stop ke pesta-pesta kayak gituan, maksudku, jangan sering-sering... -
- Untukmu, aku akan berhenti sama sekali ke pesta kayak gitu, - bisik Nina lembut. Rommy merasa sangat bahagia. Dia memang sudah jatuh cinta sama Nina, sejak pertama kali dia melihat gadis itu.

Malam minggu berikutnya

-Rom, nggak sama Nina ? – Rio tengah berkemas-kemas untuk kencan malam minggunya
- Nggak, Nina lagi ke Manado, Omanya di sana lagi sakit. Selasa dia balik lagi kesini – jawab Rommy tanpa mengalihkan pandangannya dari novel Sidney Sheldon yg tengah dia tekuni
- Ooooo.......aku cabut dulu, ya ? – Rio lalu melangkah keluar.

Di sebuah rumah, tak jauh dari tempat kost Rommy

Suara musik hingar-bingar memenuhi seisi ruangan. Sebagian tamu tengah bergerombol menikmati cemilan dan minuman, sebagian lagi tengah asyik bergoyang mengikuti suara musik di dancefloor.
- Shinta.....minggu depan party-nya di rumah kamu, kan ? –
- Kamu kan udah punya daftar pesta-pesta kita, Nina. Masak lupa ???? -

{ 3 komentar... read them below or Comment }

  1. hahahaha.... memang... orang Manado jo noh... nda mo kase tinggal tu dugem... hehehe....

    BalasHapus
  2. Wakakakakakaakakk...enak aja..

    BalasHapus

__________________________________

Hit Counter

Histats

Guestbook

Pages

Like This Theme

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers