Popular posts

nsikome On 09 Juni 2011

Kadang, agar bisa mengerti tentang semua hal yg terjadi pada diri kita sendiri, kita harus "berbicara" pada diri sendiri, jujur pada diri sendiri,lewat sebuah 'Monolog suara hati'...

MONOLOG SUARA HATI

By : N.Sikome

Kala hati,

Sendiri di batas sepi

Renungi jalan hidup

Yang terusik oleh satu kasih

Sesaat, sebuah tanya

Menggelitik sanubari, korek nurani

Sedalam apakah rasa itu ?

Sekuat apakah keinginan itu ?

Berdiri di antara keraguan dan cinta

Sambil berharap,

Semoga takkan pernah ada badai !!

Ingatkah kau akan puisi itu ? ku tulis saat aku tengah ragu, saat aku tak tahu lagi harus melangkah kemana. Saat aku tengah berada di persimpangan yang begitu membingungkan. Kau hanya tersenyum, lalu mengatakan bahwa puisi itu bagus, namun terlalu pesimis. Huh !! memangnya di dunia ini mana ada orang yang nggak pernah pesimis. Namun itulah kamu, selalu menganggap bahwa hidup ini mudah. Padahal, kau sebenarnya menyadari, bahwa kisah kita takkan pernah dengan mudah di lukiskan lewat kata-kata, bahkan Khalil Gibran sendiri aku tak yakin bisa menuangkannya ke dalam puisi sastra milik dia. Semuanya terlalu sulit.

Keadaan yang seringkali membuat aku bersahabat dengan binatang malam, karena ku tak mampu memejamkan mataku sedikitpun, memikirkan kamu, memikirkan kita.

Kau, dengan tatapan sendu-mu yang seakan mampu menghanyutkan bongkahan-bongkahan batu di tepi laut, minggu yang lalu ada yang berubah di matamu itu. Tak ada lagi binar kekanak-kanakan yang ku temukan di sana seperti biasanya. Sepertinya kau tengah beranjak menuju ke ambang pintu kedewasaan, atau mungkin kau telah di sana. Sayang sekali, ku dapati ada kepedihan dan kesedihan di dalam kedua bening bola mata indahmu. Maafkan aku.......

Sebenarnya, bukan maksudku mengusik hari-harimu, aku hanya tak kuasa menahan isi hatiku. Sama seperti dirimu yang tak bisa menghalangi cinta itu. Layaknya kau, aku juga tak pernah mampu. Kita hanya di lahirkan pada waktu yang salah, pada posisi yang tak semestinya. Ada waktu yang memisahkan kita, dan berbagai kondisi lain yang membuat otakku rasanya mau pecah. Aku sadar, kaupun sama tersiksanya dengan aku. Bahkan mungkin lebih. Namun apalagi yang bisa aku lakukan ? seperti yang sudah ku katakan, kita tak bisa menantang badai.

Melangkah di atas kepingan duka,

Telapak kaki teriris perih, hati tak peduli

Sebab kembali atau pergi,

Itu serupa dan akan tetap sama

Tak ada cara untuk berhenti

Berjalan, dan terus melangkah,

Hingga di ujung asa,

Ikuti duka, atau mungkin sengsara,

Sampai tak punya lagi nyawa di raga

Terus...dan terus melangkah

Hati tersayat, duka merambah

Kadang pilu, kadang gembira

Jalan tlah terpilih, tak bisa lagi menolak takdir

Hanya bisa terus menapak,

Mencari jalan sedih,

Atau mungkin jalan bahagia !!

Puisi itu ku tulis beberapa hari yang lalu. Kedengarannya aku sudah putus asa sekali, ya ? setidak-tidaknya hanya dengan cara itulah aku bisa mengeluarkan isi hatiku. Aku hanya bisa melarikan diri ke tengah dunia puisi dan imajinasi, untuk menenangkan hatiku dan melupakan sejenak dunia gila ini. Aku baru jatuh cinta ! kedengarannya agak gila dan susah untuk di percaya, kan ? kau sendiri pasti akan mengatakan bahwa aku adalah pembohong ulung, namun itulah kenyataannya. Aku jatuh cinta pada-mu, tanpa alasan apa-apa !!

Bukannya aku sok ber-Khalil Gibran ria, mencatut filosofi-nya untuk kemudian ku terapkan ke dalam kehidupanku sehari-hari, tapi aku mencintai-mu tanpa alasan dan tanpa syarat. Ini gila !! aku sendiri tak habis berpikir, mengapa hal ini bisa terjadi ? aku sendiri tak tahu, dan mungkin tak akan pernah tahu.

Sepintas tersirat raut lembut di pintu hati

Alunkan nada indah rasuki kalbu

Ku coba untuk merangkuhnya ke dalam mimpi

Terlalu jauh jarak terbentang, tak tersentuh waktu

Dan saat ku coba untuk mengerti

Kau datang, beri jawab yang ku nanti

Namun waktu t’lah berlari pergi

Bersama semua impian yang ada di kalbu

Kau tak kuasa mengejarnya seorang diri

Sebab sama seperti aku, kaupun tak mampu

Namun di setiap resah dan perih,

Kau hadir menentramkan hati

Hapus benci, ajar aku bagaimana mencintai

Mencintaimu, mencintai dunia...dan diri sendiri

Sambil menunggu takdir berhenti berlari

Satukan asa kita yang kini tak bisa bersemi

Mungkin nanti...entahlah...

Aku tak ingin terlalu bermimpi !!

Mungkin kamu akan bilang skarang, aku sudah mulai optimis dengan puisi-ku. Aku hanya mencoba untuk realistis, itu saja. Aku tahu dan sadar diri, bersamamu adalah hal yang paling tidak mungkin di dalam dunia ini. Walaupun itu berhubungan dengan hal yang paling penting dalam hidup manusia, CINTA. Untuk itulah aku mencoba untuk saling tawar dengan hati nuraniku sendiri, agar nanti aku tak akan terlalu terluka, begitupun denganmu.

Terbang seorang diri

Menjemput cinta dari kekasihnya

Rangkul masuk ke dalam pelukan

Menyatu di batas kenangan

Menggali sisa-sisa rindu

Membentuk indah sebuah kekeliruan

Sebab seharusnya tak terbang seorang diri

Biarkan angan mengembara

Cium lembut bibir kekasih

Puaskan dahaga dan rindu

Lepaskan segala emosi di dada

Terbang ke utara,

Terbang ke selatan,

Terbanglah ke segala arah

Meraih semua yang di damba

Merobek tirai-tirai pemisah

Lepaskan rasa yang menggila

Biarkan semua ikuti arus takdir jiwa

Sebelum nanti terjaga dari tidurnya !!

Uffffff..........ingin rasanya aku berada dalam puisi itu, tertidur dan bermimpi, bersamamu tentu saja. Namun kita hidup di alam nyata, dan itu berbeda sekali dengan keinginan hati-ku. Namun sekali lagi, kita harus realistis. Harus kembali ke kenyataan yang sebenar-nya, kembali ke ketidak - mungkinan itu, dan juga ke posisi kita masing-masing.

Mungkin di kehidupan yang lain, semuanya akan berubah, sesuai dengan keinginan hati kita, bila kehidupan lain itu ada. Aku hendak menyudahi semua-nya, namun bukan CINTA-ku. Itu akan tetap tertanam di dalam hati kecil-ku, dan tetap akan ku simpan selama-nya........

(Sept 2004, untuk dia..)

{ 2 komentar... read them below or Comment }

  1. Tasya (Jakarta)18 Juni 2011 00.28

    Puisi-puisi di monolognya keren abisss.

    BalasHapus
  2. @Tasya : Happy to know that you like it, this one is my fave too..thank's!

    BalasHapus

__________________________________

Hit Counter

Histats

Guestbook

Pages

Like This Theme

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers