Popular posts

nsikome On 06 Februari 2009



BOLA-BOLA CINTA

By : N. SIKOME

Musim bola sudah tiba !!. Surga bagi para penggila yang kebanyakan cowok, dan neraka bagi pacar-pacar mereka, seperti aku. Kemarin saja, aku menunggu Dydy di kampus sampai kesemutan, dia malah keenakan menonton siaran tunda Belanda-Belgia yang sudah dia tonton siaran langsungnya !
Rasa-rasanya, aku pingin protes sama FIFA dan juga UEFA, biar pertandingan bolanya tak usah disiarkan di TV, soalnya, menyebalkan banget efek yang ditimbulkan even 4 tahunan itu bagi cowok-cowok penggila bola, seperti pacarku itu..
“ Mi, maafin aku ya...bukannya aku nggak mau menjemput kamu, tapi aku lupa... “ Dydy menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal, gaya khasnya jika mau minta maaf sama aku.
“ Nggak mau !! “ tukasku judes.
“ Enak aja, sudah bikin orang nunggu seharian dikampus, sekarang mau minta maaf ? tak useeh yee... “ tambahku setengah meledek, cowok manis yang kusayang itu makin mengkerut aja wajahnya.
“ Mi...aku kan sudah minta maaf, lagian aku nggak menjemput kamu bukan karena janjian sama cewek lain tapi_ “
“ Tapi karena nonton bola, kan ? lebih parah tau nggak ?! “ potongku cepat, sambil mataku ku pelototin ke arah Dydy. Cowokku itu langsung menunduk, dan diam seribu bahasa.
Seminggu sudah aku marahan sama Dydy, dan selama seminggu itu aku sama sekali nggak mau menerima telpon, kunjungan, surat, bahkan wesel ( eh...nggak, kalau wesel sih, aku terima..sayangnya nggak ada tuh... ) bahkan pesanan yang dia titipkan sama Jenry kakakku, kutolak. Abis nitipnya cuman permintaan maaf doang, bukan kue donat kesukaanku...
Setelah kupikir-pikir, seminggu rasanya sudah cukup untuk memberi pelajaran sama Dydy, sebab sudah pasti dia kapok dan nggak akan melalaikan kewajibannya sebagai pacar hanya karena pertandingan bola kaki piala dunia itu.
“ Hallo...sayang lagi ngapain ? “ kuputuskan untuk menelponnya, dan memberi maaf yang dia minta sudah seminggu ini.
“ Ini siapa ya ?... “ terdengar suara halus seorang cewek menyapa di telpon milik Dydy. Jantungku langsung berdebar-debar marah. Sialan banget tu cowok, seminggu marahan dan sekarang dia sudah punya gandengan baru ?. Dengan marah yang meluap-luap, langsung kutekan tombol end di HP-ku, dan membanting diri dikasur, lalu menangis tersedu-sedu kayak di filem-filem India. Lagi asyik-asyiknya menangis kenceng, tiba-tiba ada sms datang di Hp-ku, dari Dydy. Bunyinya mau tau ? ‘syg tlp a td y ? sry a lg k tlt’ , tangisku tambah kenceng, mana aku ngerti apa arti sms itu ? aku kan paling benci baca sms yang disingkat-singkat tanpa memakai aturan penyingkatan kata dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Aku tak membalas sms dari Dydy. Semenit kemudian, Hp ku berdering, cowok itu menelponku, rupanya dia penasaran dengan smsnya yang tak kubalas.
“ Hallo sayang...masih ngambek ya... “ suara Dydy bernada membujuk
“ Sayang apaan ?!... sayang yang mana ?! yang ngangkat HP mu tadi ?!! “ teriakku kenceng, sebelnya bukan kepalang mendengar cowokku dengan nada yang nggak bersalah berbicara padaku.
“ Oh...yang tadi....kebetulan aku lagi ke WC, kita sedang makan di Mall... “ terangnya yang sudah pasti kurang terang bagiku.
“ Jadi gitu ya...marahan sama aku, trus langsung jalan sama cewek lain ? mulai sekarang, kita putus, titik !! “ teriakku lagi, kali ini lebih kenceng, membuat kucingku si Lupus kaget dari tidurnya, dan berlari keluar kamar tidurku ketakutan.
Saat pulang di kampus, aku selalu menghindari agar tak bertemu dengan Dydy. Bahkan aku bela-belain nggak merasakan enaknya siomay Mbak Dor di kantin supaya tak melihat tampang menyebalkan si penggila bola itu. Namun, akhirnya takdir tak bisa ku elak. Saat tengah menunggu metromini, Dydy muncul dihadapanku dengan mobil jeep kebanggaannya, dan ditemani seorang cewek bertampang mirip-mirip artis juga model Luna Maya, sialan !
“ Mi, kuantar pulang ya ?... “ pinta Dydy. Sialan banget tu cowok, udah ada gandengan baru, masih berani mengajak aku naik ke mobilnya, keterlaluan ! aku menggelengkan kepalaku. Hatiku mulai berdebar-debar sakit, seperti ditusuk-tusuk jarum, dan rasanya sudah pengen nangis.
“ Ayo dong Michelle... “ gadis bertampang artis itu ikut-ikutan mengajakku, eh... dia tahu namaku, pasti si Dydy yang kasih tau. Aku makin merasa pengen nangis. Akhirnya, daripada jadi tontonan banyak orang, kuputuskan untuk naik ke mobil Dydy, sekalian untuk kasih selamat sama dia dan pacar barunya.
“ Gitu dong... “ Dydy mencubit pipiku seperti yang biasa dia lakukan jika kita berdua marahan dan baikan lagi. Kutekuk mukaku hingga mirip-mirip kue panekuk.
“ Kok cemberut ? “ si Luna Maya gadungan yang kini sudah pindah di kursi belakang angkat bicara
“ Nggak apa-apa, kok. Ngomong-ngomong, selamat untuk kamu berdua ya... “ kataku manis, tapi munafik.
“ Selamat untuk apaan, Mi ? “ tanya Dydy
“ Ya...atas jadiannya kamu berdua, pacaran gitu.... “ tak kuduga Dydy malah tertawa terbahak-bahak, dan dia masih terus saja tertawa walau sudah ku pelototin.
“ Michelle....kamu cemburu ya..ini Kak Jade, sepupuku... “ masih tertawa-tawa cowok itu menjelaskan siapa gadis yang bersamanya, dan dari suaranya juga aku tahu bahwa dia yang berbicara di HP Dydy kemaren-kemaren itu. Aku jadi malu sekali, ternyata perkiraan aku salah selama ini, Dydy nggak punya pacar. Punya sih, tapi itu kan aku..
Hingga tiba didepan rumahku, aku nggak bisa ngomong sepatah kata pun. Malu.
“ Mi...ntar malam aku mau kerumah kamu ya... “ pinta Dydy lembut, saat aku melangkah turun dari mobilnya.
“ Nggak boleh...maksudku, jam 5 sore aja, nanti kamu pulang ke rumahmu jam 7 lewat 30 menit, soalnya pertandingan Premiere Ligue-nya mulai jam 8 malam kan ? “ tukasku tak kalah lembut, bercampur dengan rasa bahagia.
Ketika aku melangkah masuk kedalam rumah, aku sudah memilih, mendingan saingan sama bola, kan dia nggak selalu ada tiap hari, seperti piala dunia, cuman tiap 4 tahun sekali, piala eropa, 4 tahun sekali, liga champion, 1 tahun sekali, liga Inggris, Liga Italia, Liga Perancis, Liga Spanyol...aduh...pusing...
Well, setidak-tidaknya, bola dan sekian banyak liga itu, yang paling penting dari semuanya adalah, tak ada yang berjenis kelamin cewek, yang bikin hatiku sakit karena cemburu, bikin aku nangis kenceng, dan nggak ada juga yang mirip-mirip sama Luna Maya. Jadi, mending cemburu sama bola, aman deh....

(To Honey, penggila bola...T Quiero!)

{ 1 komentar... read them below or add one }

__________________________________

Hit Counter

Histats

Guestbook

Pages

Like This Theme

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers