Popular posts

nsikome On 06 Februari 2009

Kata orang, CINTA itu indah, sekaligus aneh..mungkin memang ada benarnya, tapi dibalik kerumitan CINTA, ada satu hal yang aku sadari, yaitu, setiap orang dimuka bumi ini, memiliki pengalaman CINTA masing-masing, yang tak akan pernah sama dengan orang lain. Meski CINTA itu sering juga menyakitkan, tapi dunia tanpa diwarnai dengan CINTA akan lebih pahit terasa. Jangan takut jika kita tidak "DICINTAI", namun merasa takutlah jika ternyata kita tidak bisa "MENCINTAI"...

THE MAGIC OF LOVE
( Lagi-lagi....cinta.. )


By : N. Sikome

Hari ini, aku bersimpuh. Mengakui akan kekalahanku, bahwa ternyata aku salah. Cinta itu ada, dan nyata. Kemarin-kemarin, aku begitu meragukan ketulusan hatimu, dan selalu saja merecokimu dengan kecurigaan-kecurigaan dalam semua pernyataan dan pertanyaan sinisku terhadapmu. Aku malu.
“ Aku mencintaimu... “ tukasmu datar waktu itu. Aku hanya tersenyum kecut dan menatapmu seperti mahkluk asing yang berasal dari planet lain. Kemudian, aku kembali kedalam kehidupan sibuk milikku, dan hanya sesekali memperhatikan dirimu.
Hidup itu memang aneh. Ada begitu banyak hal yang tak bisa terjelaskan oleh logika. Seperti perasaan seseorang terhadap orang lain, yang kelihatan terlalu mengada-ada, namun benar adanya. Aku jadi teringat pada seorang teman. Namanya Deysi. Kami sering pergi mendaki gunung bersama-sama. Suatu kali, saat tengah berada di antara keindahan alam Gunung Soputan, kami bertemu dengan manatan pacarnya Deysi, Was. Aku tahu pasti, bahwa laki-laki itu sangat memuja sahabatku, hingga saat ini. Dan sial baginya, Deysi sangat menyadari akan hal itu.
“ Was, kamu bisa masakin saya mie goreng, nggak ? laper nih... “ rengek Deysi pada Was. Laki-laki itu mengangguk, lalu pergi tanpa suara untuk segera menyiapkan mie goreng yang diminta Deysi, pukul 3 subuh, ditengah dinginnya cuaca gunung Soputan.
“ Was, ada biskuit nggak ? sama coffeemix, soalnya aku dingin banget, mana biskuit aku dihabisin anak-anak, lagi ! “ keluh gadis itu lagi. Kulihat Was tanpa banyak komentar langsung pergi membuatkan Deysi secangkir kopi dan mengambil biskuit yang dia minta. Itu hanyalah sedikit dari sekian banyak kekurang-ajaran Deysi pada Was. Sampai-sampai, Enai melongo seperti kerbau bodoh setiap kali dia melihat Deysi meminta Was untuk melakukan sesuatu.
“ Semua perempuan seperti itu, ya ? “ tanya Enai bernada khawatir.
“ Memangnya kenapa ? “ aku balik bertanya
“ Aku jadi takut untuk pacaran, bisa-bisa aku dijadikan budak kayak Was, “ tuturnya sambil menatap Was yang tengah memijat kaki Deysi di bawah rindangnya pohon pinus.
“ Jangan takut, saat itu terjadi, kamu nggak akan tahu kalau dirimu lagi dijadikan budak, Nai ! “ cowok itu membelalak kearahku mendengar komentarku, membuatku jadi semakin ingin menggodanya.
“ Coba kamu lihat Was, memangnya dia kelihatan tahu kalau dia itu lagi jadi jongosnya Deysi ? nggak kan ? “ jelasku sambil menunjuk kearah Was yang kali itu sudah ganti memijat bahu Deysi.
“ Dia nggak tahu, Nai. Kita nggak akan pernah tahu saat pacar kita meminta ini-itu, sebab semua akal sehat kita akan tertutup dengan suatu hal yang bernama, CINTA ! “ Opie, si bijak yang entah baru muncul darimana ikut-ikutan sumbang pendapat. Aku tersenyum mendengar kata-kata Opie, sebab itu memang benar.
“ Opie memang benar, Nai. Kita tak akan pernah sadar bahwa kita sedang dipermainkan, dan yang paling gila lagi, seringkali kita malah menikmati hal itu, “ kau berucap lirih dari dalam tenda. Aku tak tahu, ternyata kau juga tengah menyimak percakapan aku dan Enai. Ada rasa gelisah yang tiba-tiba saja merasuki hatiku mendengar ucapanmu itu.
Aku jadi bertanya-tanya, mungkinkah kelakuanku terhadapmu juga seperti Deysi memperlakukan Was. Tidak, itu tak benar. Aku tahu pasti bahwa Deysi sama sekali tidak pernah mencintai Was, dan dia melakukan semuanya itu hanya untuk mengambil untung bagi dirinya saja. Sedangkan aku, entahlah. Aku sendiri masih belum tahu apa sebenarnya arti dirimu bagiku saat itu. Apakah itu lebih buruk dari tidak mencintai, entahlah..
Hari kembali berlalu, tak terasa kita sudah berada ditahun kedua, dan masih bersama. Aku mulai mengenal dirimu lebih dalam, dan mulai menikmati kebersamaan kita. Namun aku masih belum bisa percaya pada dirimu. Sebenarnya, aku ingin. Namun didalam pikiranku, selalu saja ada yang memerintahkan aku untuk melakukan hal-hal yang bertolak belakang dengan apa yang ada didalam hatiku, atas nama LOGIKA.
Kau, masih saja setia menemani aku dengan segala kesombonganku, kepongahanku, kebaikanku, kegembiraanku, dan juga kesedihanku. Berbagai peristiwa kita lalui, dan kau tetap berada disampingku. Namun aku masih ragu, dan juga masih curiga.
Ditahun ketiga, berbagai peristiwa mewarnai kebersamaan kita. Dan dari kesemuanya itu, kepedihan atas kehilangan seseorang yang berarti dalam hidupku dan juga hidupmu, yang menguji kesabaran kita berdua, menguatkan jalinan itu, aku akhirnya menyadari, kalau kau dan juga aku memang terlahir untuk bersama. Aku pernah ingin pergi, dan untuk mewujudkannya kuhina dirimu dengan berbagai macam perkataan-perkataan yang menyakitkan, namun kau tak bergeming. Hanya tersenyum, dan anehnya, senyummu itu sangat menenangkan hatiku.
Kini, hampir lima tahun sudah. Dan, ada babak baru dalam hidupku yang harus kulewati. Menyakitkan, dan juga menghancurkan diriku. Aku sendiri mulai merasa benci dengan diriku sendiri, dan mulai menyalahkan Tuhan atas semuanya. Aku merasa terhina, terluka dan juga tak berdaya.
Kau, kali ini dengan airmata dipipimu, mengatakan padaku kalau semua itu tak cukup untuk membuatmu membenci diriku, dan bahwa cinta yang kau rasakan padaku jauh lebih besar dari semua itu. Jujur aku terkejut, dan hampir-hampir tak mempercayai pendengaranku. Bagaimana mungkin ada manusia yang memiliki pikiran seperti dirimu ?
Cinta itu memang aneh, tapi kini aku bersyukur pada Tuhan yang menciptakan keanehan itu, sebab aku kini mendapatkannya, dalam dirimu. Kuingin kau tahu, sebab mungkin selama ini kubenci untuk mengucapkannya, kalau aku juga, mencintaimu...

( to Sandi Tamansa, my ELL...)

F I N

Dibawah Ini adalah salah satu "ungkapan pikiran" aku tentang CINTA.

~SELAMAT DATANG, CINTA….~
By: N.Sikome


Walau tak datang,
Dengan sejuta bunga,
Ataupun jatuh,
Bertaburan bintang….
Dan menyapa
Bersama duka….
Biarpun tak seharum
Mawar merah…..dan…..
Singgah dan menyapa
Di tengah suka,
Lalu goreskan luka…..
Tersenyum mencibir,
Terkorek airmata
Dari lubuk terdalam
Jiwa-jiwa dahaga…..dan….
Titip derita….
Walaupun…..demikian….
Ku ingin berkata,
Hanya ingin bicara,
Walau hati perih bernanah,
‘Selamat datang, CINTA…..’

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

__________________________________

Hit Counter

Histats

Guestbook

Pages

Like This Theme

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers